Rukun Iman

 

 

PI.RukunIman.png

 

1.Beriman kepada Allah

Seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah hingga dia mengimani 4 perkara: Mengimani adanya Allah. Mengimani rububiah Allah, bahwa tidak ada yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta kecuali Allah. Mengimani uluhiah Allah, bahawa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain Allah Ta’ala. Mengimani semua nama dan sifat Allah (al-Asma’ul Husna) yang Allah telah tetapkan untuk diri-Nya dan yang Nabi-Nya tetapkan untuk Allah, serta menjauhi sikap menghilangkan makna, memalingkan makna, mempertanyakan, dan menyerupakanNya.

2. Beriman kepada Malaikat-malaikat Allah

Mengimani adanya, setiap amalan dan tugas yang diberikan Allah kepada mereka.

3.  beriman kepada Kitab-kitab Allah

Mengimani bahwa seluruh kitab Allah adalah ucapan-Nya dan bukanlah ciptaanNya. kerana kalam (ucapan) merupakan sifat Allah dan sifat Allah bukanlah makhluk. Muslim wajib mengimani bahwa Al-Qur`an merupakan penghapus hukum dari semua kitab suci yang turun sebelumnya.

4. Beriman kepada Rasul-rasul Allah

Mengimani bahawa ada di antara laki-laki dari kalangan manusia yang Allah Ta’ala pilih sebagai perantara antara diri-Nya dengan para makhluknya. Akan tetapi mereka semua tetaplah merupakan manusia biasa yang sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat dan hak-hak ketuhanan. Wajib beriman bahawa semua wahyu kepada nabi dan rasul itu adalah benar dan bersumber dari Allah Ta’ala.  Wajib juga bagi kita mengakui setiap nabi dan rasul yang kita ketahui namanya dan yang tidak kita ketahui namanya.

    5. Beriman kepada Hari Akhir/Akhirat/Hari Pembalasan

Mengimani semua yang terjadi di alam barzakh (di antara dunia dan akhirat) berupa fitnah kubur (nikmat kubur atau siksa kubur). Mengimani tanda-tanda hari kiamat. Mengimani hari kebangkitan di padang mahsyar hingga berakhir di Surga atau Neraka.

6. Beriman kepada Qada dan Qadar, yaitu takdir yang baik dan buruk

Mengimani kejadian yang baik mahu pun yang buruk, semua itu berasal dari Allah Ta’ala. Kerana seluruh makhluk tanpa terkecuali, zat dan sifat mereka mahu pun perbuatan mereka adalah ciptaan Allah